Kamis, 13 Juni 2013

Lele Makan Kotoran Ternak, kenapa Tidak !

Karena banyak pengunjung yang menanyakan cara dan komposisi membuat pakan lele dari limbah kotoran ternak. Berikut kami sajikan sekilas ......monggo disimak


Berikut kami akan jelaskan teknik pembuatan pakan lele dari limbah kotoran ternak. Sebelumnya persiapkan bahan-bahan sebagai berikut:
·         Ampas Tahu 5 Kg
.    Kotoran Ternak 30 kg  (selengkapnya baca DI SINI)
·         Dedak Halus 5 Kg
·         Tepung Ikan 1 Kg
·         Tetes Tebu/Molases 1 liter
·         Probiotik/ SOC (dapatkan di mitra HCS dikota Anda)  : 200 ml
·         Ragi Tempe  2 sdm

Rabu, 12 Juni 2013

Khasiat Jahe Merah

Khasiat jahe merah (red ginger) sebagai obat berbagai penyakit kronis, seperti rematik, asma dan stroke memang belum begitu diketahui. Jahe merah umumnya dikenal sebagai obat batuk, obat sakit kepala, masuk angin dan obat gosok, karena aromanya yang tajam dan rasanya yang pedas.

Jahe merah mudah tumbuh di tempat yang terbuka sampai ditempat yang agak ternaung, seperti kebun dan pekarangan.
Tanaman ini juga dapat tumbuh di tanah pada, kering ataupun gembur, dengan ketinggian 0-900 meter diatas permukaan laut (dpl). Jahe merah banyak ditemui di negara-negara tropis dan subtropis, diantaranya India, Malaya, Cina, serta negara-negara Mediteranian dan Afrika. Di Papua, jahe merah paling baik dibudidayakan didaerah Sentani yang berketinggian 10 m dpl dan Arso, Jayapura.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya yang mengandung senyawa kimia berupa ginger oil, minyak terbang, limonene, alfa-linoleat, dan tepung kanji. Penelitian mengenai khasiat jahe merah telah banyak dilakukan dan dipublikasikan. Khasiat jahe merah bagian rimpangnya adalah sebagai antiinflamasi, antitrombbotik, antihiperglikemia, antimikroba, antiemetik, antidepresan, anti-karsinogen dan anti tumor.
Khasiat jahe merah bagian rimpangnya  yang mengandung senyawa kimia juga mengakibatkan efek darmakologis seperti memperlambat proses penuaan, merangsang regenerasi sel kulit, merangsang gairah seks pria dan wanita, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigen- serta meningkatkan aktivitas kelenjar endoktrin. Selain itu, jahe merah juga dapat menyembuhkan batuk kering menahun, gatal-gatal, luka lecet, luka bakar, luka tikam, gigitan ular, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam penggunaannya, jahe merah sering diformulasikan dengan tamanan obat lainnya untuk mengobati beberapa penyakit. Diantaranya, penyakit jantung, gangguan pencernaan, penyakit kulit, kegemukan, jerawat, giggivitis, meningkatkan kesehatan prostat, meredakan gejala ketidakseimbangan hormonal pada wanita. Selain itu, jahe merah telah digunakan juga sebagai salah satu komponen penyusun makanan bayi.

Sabtu, 01 Juni 2013

Sukses Budidaya Jahe Polybag, Gajian Tiap Bulan

Memilih tanaman budidaya yang tepat memang sangat berpengaruh pada hasil dan keuntungan yang akan didapat, namun jika terlalu lama memilih tanaman yang tepat maka keuntungan yang diharap akan terlewat karena musim, dan harga biasanya berkaitan, dimana musim yang kurang mendukung harga komoditi tertentu mencapai harga tertinggi, dan sebaliknya saat musim baik dan banyak orang berbudidaya biasanya hargapun juga turun hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka Petani tak perlu tunggu musim atau rame- rame menanam, sehingga tidak lagi terjadi “panen massal”, dengan demikian tak perlu terjadi penurunan harga dikarenakan terlalu banyak stok dan menurunnya jumlah permintaan.

            Kita tentukan saja pilihan kita kali ini pada tanaman budidaya Jahe Merah. Tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan ), Media tanam bisa menggunakan Karung/Glangsing/Polybag yang telah diisi Bokashi dan tanah dengan perbandingan 1: 3. Pengisian media tanam awalnya hanya perlu diisi setinggi kira-kira 15 cm.
            Sebagai pertimbangan nilai ekonomi Polybag yang diisi 2 - 3 tunas bibit Jahe seharga Rp. 500,-  dalam waktu 8 - 10 bulan bisa berkembang menjadi 20 kg. (jika menggunakan cara konvensional, estimasi 1 rumpon hanya kisaran 2 kg). Misalnya estimasi harga ± Rp 25.000 –  Rp. 40.000, maka per polybag dapat menghasilkan Rp. 500.000,- sampai Rp. 800.000,-. Jika Anda mempunyai 100 polybag saja maka estimasi Hasil kotor yang anda peroleh adalah Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 80.000.000,- Sebuah keuntungan yang sangat fantastis bukan…??? Itulah potensi keuntungan yang bisa kita dapatkan, tentu dengan POLA HCS, bukan Pola Konvensional. 



            Dengan perawatan sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan SOT HCS yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran SOT hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang dilakukan tinggal perawatan sampai panen, antara 8 – 10 bulan.

            Dan seandainya semua mau bergerak memanfaatkan tanah kosong , di pot-pot, polybag, atau pekarangan kita yang tersisa, meskipun tak begitu luas seperti program pemerintah ‘Apotik Hidup’ beberapa tahun lalu, maka kampung tempat kita tinggalpun akan mampu swasembada Jahe, bahkan tak menutup kemungkinan menembus pasar dunia.



PEMBIBITAN :
Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam / atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm, namun jika susah memperoleh bibit tunas kita bisa menyemai sendiri bibit jahe yang akan ditanam. Ada beberapa teknik penyemaian. Disini saya bahas salah satunya saja yaitu penyemaian jahe dalam kotak kayu.


Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan).

Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan.
 
Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: isi kotak kayu dengan tanah+bokashi 3:1 lalu benamkan rimpang jahe tutup dgn tanh/daun kering tipis-tipis, rawat dengan menyirami 2x sehari.Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah siap dipindah ke karung/polibag/keranjang tanam

PENANAMAN 
siapkan alat dan bahan :          - cangkul / sekop (untuk mengaduk)
                                                - karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas )
                                                - ember
                                                - bokashi
                                                - tanah
Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2 - 3 ruas, dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 
Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling atas agar ketinggian sesuai.
kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam  untuk hasil yang maksimal)
Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin pagi dan sore agar tunas tidak layu/ kering.

PERAWATAN / PEMUPUKAN


Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.

Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi SOT.
(SOT 5 tutup, Gula 3 sendok makan, Urine 2 liter, Feses 2 liter, difermentasi 24 jam). setelah fermentasi jadi campur dengan 15 liter air lalu gunakan untuk mengocor/ menyiram.
Lakukan penyemprotan dengan SOT dan PHEFOC secara bergantian dengan interval 2minggu-4 minggu sekali.
(bahan untuk menyemprot SOT/PHEFOC 5 tutup, Gula 3sendok, bisa ditambah urine 0,5 liter fermentasi 24jam) kemudian campur air 1 tangki dan siap disemprotkan.

Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm. 

Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibeg / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.

Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe.

bahkan ada salah satu mitra HCS yang panen jahe satu karung/polibag/keranjang berisi 20kg jahe wooww....dahsyat bukan...???.
Jika langkah-langkah diatas sudah kita lalui selama 8-10 bulan, sudah saatnya jahe kita siap dipanen.
 
 GAJIAN TIAP BULAN.
 Banyak orang beranggapan "bertani itu tidak bisa memberi penghasilan tiap bulannya", Bertani hanya memberi penghasilan pas pada waktu panen saja. Menurut saya anggapan ini 100% salah, buang jauh2  tuh anggapan seperti itu.
Bagaimana cara mempunyai penghasilan tiap bulannya dari bertani disini kita akan membahasnya. 
Ya salah satunya dengan cara menanam jahe dengan media karung/glangsing/polibag.

Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe ya misal 20-40 polibag/karung. Jadi diawal tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan january minggu awal kita tanam 40 polibag/karung jahe, maka bulan february di minggu awal berikutnya kita tanam lagi 40 polibag/karung, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya. 

Kalau tanam terus kapan panennya hehe..??
Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 10 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan january kita panennya di bulan november awal, bulan february panen di bulan desember, maret panen di january, begitu seterusnya sehingga mulai bulan november sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya dari hasil bertani.
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini.
Waktu Tanam
Jumlah Tanam
Waktu Panen
January
40 karung
November
February
40 Karung
Desember
Maret
40 Karung
January
April
40 karung
February
Mei
40 karung
Maret
Juny
40 karung
April
July
40 karung
Mey
agustus
40 karung
Juny
September
40 karung
July
Oktober
40 karung
Agustus
November
40 karung
September
Desember
40 karung
Oktober
Hitung-hitunganya gimana? berapa rupiah yang kemungkinan bisa kita hasilkan tiap bulan.

Modal Tiap bulannya :
Bibit jahe 40 rimpang x Rp.1.000,-     Rp.40.000 === > ( sekitar 1,5 - 2 kg jahe )

 Polibag/karung 40 x Rp.1.500             Rp.60.000
Pupuk SOT dan Phefoc                        Rp.70.000
TOTAL                                             Rp.170.000,- 

Hasil tiap bulannya :                            
      Tanam jahe media karung dengan pola HCS bisa menghasilkan 10-20kg tiap polibag/karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 polibag/karung menghasilkan 5 kg jahe dan harga jual per kilo jahe Rp.15.000.

Maka :   40 karung x 5kg                 200kg
               200kg x Rp.15.000           
Rp.3.000.000

Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan november sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan Rp. 3.000.000. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik. 
Semoga saja artikel ini bermanfaat.
Bagaimana..Siap Menerima Tantangan…???
GO….SUCCESS…!!
Sumber artikel dan foto : http://jahehcs.tk/

Senin, 01 April 2013

FORM PENDAFTARAN MITRA HCS


Powered by 123ContactForm | Report abuse

Minggu, 03 Februari 2013

Cara Pembuatan Pupuk Kompos

Pembuatan Pupuk Kompos


Pupuk kandang yang sudah gembur, bekas gergajian kayu selain kayu jati atau sekam padi dan SOT. Pupuk kadang dicampur dengan bekas gergajian kayu (bisa dicampur dengan daun-daunan atau sekam) 1:1 dan disiram dengan air larutan SOT (5-7 tutup botol SOT : 15 – 20 liter air dan tetes 100 cc (1 gelas kecil). Setelah dicampur merata dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat (angin tidak bisa masuk) selama 3 hari lalu buka/angin-anginkan sampai kondisi dingin lagi setelah mengalami proses pemanasan. Siap ditebarkan di lahan yang akan ditanami.

Tebarkan pada pagi hari sebelum jam 07.00 wib atau sore hari setelah jam 16.00 wib. 
Jika kotoran yang dipakai berasal dari Ternak yang belum menggunakan POLA HCS, maka kotoran harus di fermentasi dulu dengan PHEFOC selama 24 jam, dan dibutuhkan 2 ton Bokashi untuk 1 hektarnya.

Jika kotoran berasal dari Ternak yang telah menggunakan POLA HCS, maka kebutuhan per hektar hanya 8 kwintal Bokashi.

Sabtu, 29 Desember 2012

MENGATASI SEGALA JENIS HAMA TANAMAN, HASIL PANEN MELIMPAH

 
Untuk mengatasi kemungkinan serangan hama padi (Pestisida, Herbisida, Fungisida, dll,), PT HCS telah  mengembangkan Pengendali Hama Organicyang bisa diandalkan dan telah terbukti sangat ampuh untuk segala jenis hama. Aplikasi yang tepat akan dijelaskan pada saat training. 
PHEFOC mempunyai fungsi sebagai berikut :
· Membasmi wereng, serangga, ulat dan lain-lain.
· Memulihkan tanaman dari serangan SUNDEP
· Membasmi jamur tanaman, pada buah, batang dan daun.
· Membasmi gulma (benih rumput).
· Mempercepat pertumbuhan
· Memaksimalkan proses pembuahan